Jumat, 21 Mei 2010

sejarah umar bin khattab

MAKALAH
SEJARAH PERADABAN ISLAM
“ Peradaban Islam Pada Masa Khalifah Umar bin Khattab”


Dosen Pengampu: Arief Sukino, M.Ag
Di susun oleh:
Abdul rozi

Kelas/Semester: A / III





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PONTIANAK
2009


KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT karena berkat rahmatnya lah penulis dapat menyelasaikan makalah ini tanpa hambatan. Shalawat beriring salam semoga selalu tercurah limpahan kepada Rasulullah SAW.
Makalah ini sengaja dibuat sebagai tugas mata kuliah SEJARAH PERADABAN ISLAM, Terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada Dosen Pengampu Ibu Nelly dan kedua orang tua kami serta teman-teman yang telah ikut mensukseskan pembuatan makalah ini sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
kami yakin makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, dengan tidak mengurangi rasa hormat, penulis sangat meminta kepada para pembaca, apabila ada kritik dan saran penulis sangat menerima aspirasinya dari para pembaca.






Pontianak, November 2009


Penyusun
















i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………. i
DAFTAR ISI………………………………………………………………. ii
BAB I : PENDAHULUAN……………………………………………….. 1
BAB II : PEMBAHASAN………………………………………………… 3
A. Hal-hal Yang Dicapai Dalam Kekhalifahan…………………… 3
B. Pengangkatan Umar bin Khattab Sebagai Khalifah …………. . 3
C. Prestasi-prestasi yang dicapai oleh umar bin khattab………... . 3
1. prestasi kenegaraan yang dicapau umar………………….. 3
2. prestasi ibadah……………………………………………. 5
3. prestasi dalam hubungan dengan non muslim……………. 6
4. prestasi dibidang kemiliteran…………………………….. 6
5. prestasi dalam meningkatkan administrasi negara……….. 7
BAB III : PENUTUP…………………………………………………….... 9
A .Kesimpulan……………………………………………………. 9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………… 10















ii
BAB I
PENDAHULUAN

Ia adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Izzah bin Ka’ab bin Luay bin Fihr. Ia adalah orang Quraisy dari Bani ‘Adi. Waktu itu kabilah bertanggung jawab terhadap urusan diplomasi/kedutaan pada masa Jahiliyyah, sementara ia sendiri bertanggung jawab terhadap kedutaan dalam kabilahnya. Tatkala terjadi perselisihan di antara kabilah, dialah yang berusaha melerai dan mendamaikan. Hal ini menunjukkan kecerdasan akal, keadilannya, kebijaksanaannya, dan kemampuannya.
Meskipun ia memiliki keturunan, nasab, dan kedudukan mulia dalam keluarga, tapi pada masa Jahiliyyah ia sering meminum khamr dan mengubur hidup-hidup anak perempuan.
Telah disebutkan dalam sebuah cerita aneh bahwa ia pernah membuat berhala dari kurma dan menjadikannya sebagai sesembahannya. Ketika ia merasa lapar, ia pun memakannya. Ketika berhala itun telah masuk ke dalam perutnya, ia merasa malu, bahkan, ia lebih merasa malu ketika ia mengeluarkannya.
Tatkala menjadi Khalifah, ada seorang pemuda dan mendatanginya dan bertanya, “Wahai Amirul Mukminin! Bukankah engkau pernah berbuat demikian. Apakah engkau tidak tidak memiliki akal?” dia lantas menjawab, “ Wahai anakku, ketika itu kami memiliki akal, tetapi kami tidak memiliki hidayah.”
Permasalahannya bukanlah lantaran berakal atau tidak berakal saja. Akan tetapi, harus ada hidayah dari Rabb semesta alam. Sebab, betapa banyak diantara para pemikir dalam bidang filsafat dan selainnya yang tersesat, padahal mereka memiliki akal. Akan tetapi, mereka tidak memohon hidayah kepada Allah SWT. Umar tidak menjadi apa-apa kecuali dengan Islam. Islamlah yang telah memancarkan kekuatan Umar serta meletakkannya dalam bingkai-bingkainya yang benar.
Umar ra, dilahirkan sesudah tahun gajah, selisih tiga belas tahun. Ini berarta dia lebih muda dari Nabi SAW selisih tiga belas tahun. Tatkala Nabi SAW diutus, usia Umar mencapai dua puluh tujuh tahun. Kemudian ia masuk Islam setelah enam ttahun dari diutusnya Nabi SAW.


1
Ia diangkat menjadi Khalifah kaum Muslimin pada usia 52 tahun dan menjabat Khalifah selama sepuluh tahun. Saat meninggal, usianya hampir sama dengan Nabi SAW ketika wafat (62 tahun-penrj). Ia dikubur didekat makam Nabi SAW dan makam Nabi SAW dan makam Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Ayahnya hidup dan meninggal tanpa ada seorang pun yang mengisahkannya. Sebab, ayahnya tidak termaksud dari orang-orang yang memiliki kekuasaan. Ibunya bernama Hamtamah binti Hasyim dari Bani Makhzum. Diantara kerabatnya yang paling menonjol ialah Al-Walid bin Mughirah, ayah Khalid bin Walid, dan ‘Amru bin Hisyam bin Abu Jahal.
Pada masa Jahiliyyah, ia menikahi banyak wanita dan memiliki anak yang paling banyak pula, dan sebagian besar dari istrinya tersebut meninggal. Akan tetapi, di antara anak-anaknya yang menonjol adalah Abdullah bin Umar ra dan Ummul Mukminin Hafshah ra. Sedangkan anak-anaknya yang lain adalah Fathimah, ‘Ashim, Abdurrahman Al-Akbar, Abdurrahman Al-Ausath, dan Abdurrahman Al-Ashghar.
Diantara para istrinya yang Masyhur, yang ia nikahi setelah diangkat menjadi Khalifah ialah Ummu Kulsum putri Ali bin Abi Thalib ra dan Fathimah Az-Zahra ra, yang bersaudara dengan Hasan dan Husain, cucu Nabi SAW ketika itu usianya telah mencapai 52 tahun.
Umar bin Khattab memiliki tiga julukan. Dua diantaranya diberikan oleh Nabi SAW, yaitu Hafsh dan Al-Faruq. Sedangkan yang ketiga adalah Amirul Mukminin.

















2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Hal-hal Yang Dicapai Dalam Kekhalifahan
Kekhalifahan Umar ra berlangsung selama 10 tahun, 6 bulan, 4 hari. Dia menjalankan kekhalifahan dengan mencapai banyak kemajuan. Masa kekhalifahannya sesudahnya. lama menjadi salah satu kesempatan beginya untuk mencapai hasil yang jauh lebih besar.
B. Pengangkatan Umar bin Khattab Sebagai Khalifah
Tatkala merasa ajalnya semakin dekat, Abu Bakar ra memusyawarahkan siapakah yang diangkat sebagai Khalifah bagi kaum Muslimin sesudahnya. Al-Faruq adalah orang yang paling dekat dengan Abu Bakar. Dialah orang kedua sesudah Ash-Shiddiq. Ketika Abu Bakar wafat, diangkatlah Umar bin Khattab sebagai Khalifah sesudahnya.
C. Prestasi-prestasi yang Dicapai Oleh Umar bin Khattab
1. Prestasi Kenegaraan Yang DicapaI Umar
a) Prestasi yang diraih dalm bidang politik secara umum
Al-Faruq adalah seorang pertama yang digelari dengan sebutan Amirul Mukminin dari para Khalifah. Setelah Abu Bakar dijuluki dengan Khalifah Rasullulah SAW, manusia kebingungan mengenai julukan untuk Umar. Apakah mereka hendak menjulukinya dengan Khalifah-khalifah Rasullulah SAW.
Pada saat itu, datanglah Ahmad bin Qais bersama para utusan Irak yang hendak menemui Amirul Mukminin. Mereka berkata kepada Amru bin Ash, “Mintakanlah kami izin untuk menemui Amirul Mukminin.” Amru lantas berkata, “Siapa?” mereka menjawab, “Amirul Mukminin! Bukankah Umar adalah pemimpin kami.” Amru menjawab, “ya.” Mereka memastikan lagi, “Bukankah kami adalah kaum Mukmin?” Amru lagi-lagii menjawab, “Ya.” Mereka lalu berkata, “Maka, ia adalah Amirul Mukminin.”


3
b) Penanggalan Hijriyah
Ditengah-tengah masa kekhalifahan Amirul Mukminin Umar bin Khattab ra, surat-surat yang sampai kepadanya tampa tanggal. Kemudian ia ingin mengatur tulisan-tulisan tersebut untuk dibalas dan hal itu jelas harus mengetahui tanggalnya. Dia merasa bahwa hal itu membutuhkan penggunaan kalender tertentu.
Akhirnya memilih waktu Hijrah sebagai awal penanggalan. Hal ini mnunjukkan betapa jauhnya pandangan terhadap hal itu karena ia melihat bahwa tanggal tersebut merupakan pemulaan pendirian Negara Islam.
c) Yang pertama kali berkeliling pada waktu malam sendirian
Umar bin Khattab ra adalah pemimpin pertama di dalam sejarah manusia yang berjalan sehari-hari pada waktu malam dan berkeliling diantara rumah-rumah masyarakat unutk menghetahui keadaan mereka dari dekat.
d) Muktamar tahunan bagi para panglima dan para pemimpin untuk mengintrospeksi mereka dan mendengarkan pendapat mereka.
Umar ra selalu mengumpulkan segenap pemimpin, panglima, dan siapa saja yang memegang tanggung jawab setiap tahun di Mina pada musim Haji.
e) Dirrah milik Umar!
Umar ra adalah orang yang pertama kali menggunakan dirrah, taitu tongkat kecil yang ia pergunakan untuk memberi pelajaraan. Ia berjalan sambil memegang dirrah dan jika ia melihat sebuah penyimpangan yang dilakukan oleh salah seorang, maka ia akan menghukumnya dengan dirrah tersebut.
f) Penentuan tapal batas
Umar ra adalah orang yang pertama kali membuat perbatasan negeri-negeri. Pada masa kekhalifahannya, telah dibuat perbatasan kota Kufah. Dialah yang telah memerintahkan untuk dijadikan Masjid berada di pusat kota. Dia juga telah membuat perbatasan kota Basrah dan Fushthath.



4
g) Membentang jalan
Al-Faruq adalah orang yang pertama kali membentangkan jalan dan menghilangkan tikungan tajam dan lobang yang cukup besar. Dialah yang mengatakan kalimat yang Masyhur, “sekiranya seekor keledai tergelincir di Iraq, niscaya aku akan ditanya Allah SWT tentang pertanggungjawabannya.”
2. Prestasi ibadah
a) Shalat Tarawih
Dalam masalah ibadah, Umar ra adalah orang yang pertama kali mengumpulkan manusia untuk menggerjakan Shalat Tarawih. Setelah Nabi SAW wafat, Shalat itu tetap tidak diwajibkan hingga Umar berinisiatif untuk mengumpulkann mannusia kembali.
b) Shalat Jenazah
Telah diriwayatkan bahwa Nabi SAW melaksanakan Shalat Jenazah dengan empat kali takbir, lima kali takbir, dan juga pernah mengerjakan dengan enam kali takbir. Akan tetapi, beliau lebih sering mengerjakan shalat jenazah dengan empat kali gtakbir. Umar ra kemudian menyatukan manusia dengan menetapkan empat kali takbir pada shalat jenazah.
c) Perluasan masjid nabawi
Suatu ketika Umar bin Khattab hendak memperluas Masjid Nabawi. Dia kemudian hendak menggabungkan rumah Abbas, paman Nabi SAW, dengan masjid untuk memperluas masjid tersebut. Akan tetapi Abbas menolak menyerahkan rumahnya untuk diigabungkan dengan masjid. Lantas, keduanya mengajukan perkara tersebut kepada Ali bin Abi Thalib yang ketika itu menjabat sebagai hakim. Kemudian Ali membenarkan tindakan Abbas sebab Islam menghormati kepemilikan individu. Tatkala sang hakim telah membenarkannya, Abbas berkata, “ Sekarang aku serahkan rumahku untukmu. Hanyasanya aku lakukan hal ini untuk mengagungkan kehormatan kaum Muslimin.”
d) Yang pertama kali memberikan hadiah kepada penghafal Al-Qur’an.



5
e) Yang pertama kali mengundurkan makam Nabi Ibrahim. Yaitu tempat di mana Nabi Ibrahim as berdiri untuk membangun Ka’bah. Pada awalnya Maqam tersebut menempel pada ka’bah. Akibatnya, jika kaum Muslimin hendak melakukkan Thawaf, mereka menjauh dari Ka’bah. Kemudian Umar berinisatif membuat jarak sedikit sehingga orang-orang dapat mnelaksanakan Thawaf dan memudahkan mereka.
f) Membatasi musyawarah dengan jumlah anggota tertentu.
3. Prestasi dalam hubungan dengan non muslim
a) Mengusir Yahudi dari Jazirah Arab
Keberdaan orang-orang Yahudi di Jazirah Arab adalah kerugian besar atas kaum Muslimin.
b) Kewajiban membayar jizyah atas ahlul kitab sesuai dengan kemampuan pendapatan pribadinya. Dengan demikian, pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra, jizyah orang fakir berbeda dengan jizyah orang kaya.
c) Menggugurkan kewajiban membayar jizyah bagi ahlul kitab yang fakir dan yang lemah. Umar pernah melihat seorang yahudi di madinah yang pernah meminta-minta. Tatkala Umar bertanya mengenai sebab orang tersebut melakukan hal itu, maka dijawab, “Untuk membayar jizyah.” Umar kemudian berkata, “Demi Allah, kalau begitu berarti kami tidak mengasihimu. Kami mengambil jizyah dari kalian saat kalian masih muda dan sudah tua,” akhirnya Umar mengembalikan uang jizyah tersebut kepadanya dan mengeluarkan perintah kepada para pemimpin negeri untuk mengembalikan jizyah yang telah diambil dari orang-orang yang lemah dari ahlul kitab.
d) Mengucurkan bantuan dari Baitul Mal untuk orang-orang ahli kitab yang lemah.
4. Prestasi dibidang Kemiliteran
a) Umar bin Khattab ra adalah orang yang pertama kali mendirikan kamp-kamp militer yang permanen.
b) Dialah yang pertama kali memerintahkan wajib militer.



6
c) Dialah yang pertama kali mendirikan pos militer didaerah perbatasan.
d) Dialah yang pertama kali membatasi waktu seorang suami yang pergi berjihad untuk boleh meninggalkannya istrinya. Umar menetapkan tidak meninggalkan rumahnhya melebihi 4 bulan.
e) Dialah yang pertama kali membuat kekuatan cadangan yang terkoordinasi dan mengumpulakan 30.000 kuda untuk kekuatan tersebut.
f) Dialah yang pertama kali memerintahkan panglima untuk menyerahkan laporan hal-hal yang terperinci tentang prajurit. Dia mengirimkan sebuah surat kepada Sa’ad bin Abi Waqash yang isinya, “Tulislah kepadaku dan seakan-akan aku melihatmu. Tulislah kepadaku tentang keadaanmu dan para budakmu. Tulislah kepadaku tentang ibadahnya para prajuritmu.”
g) Dialah yang pertama kali membuat buku khusus para tentara untuk mendaftar nama-nama dan gaji mereka.
h) Dialah yang pertama kali menentukan gaji tetap bagi para tentara.
i) Dialah yang pertama kali mengkhususkan para dokter, para penerjemah, dan para penasihat untuk menyertai pasukan.
j) Dialah yang pertama kali membentuk departemen perbekalan (logilistik).
5. Prestasi dalam meningkatkan Administrasi Negara
a) Orang yang pertama mendirikan berbagai departemen.
b) Orang yang pertama membuat departemen logilistik.
c) Orang yang pertama membuat kementerian wakaf.
d) Orang yang pertama mewajibkan para pekerja dan pejabat untuk melaporkan harta benda.
e) Orang yang pertama yang membuat sebuah rumah untuk penyimpanan harta kaum Muslimin (Perbendaharaan Negara).
f) Orang pertama yang membuat pecahan uang dirham dan menetukan timbangannya.
g) Orang yang pertama mengambil zakat kuda.
h) Orang pertama mewajibkan pengeluaran harta bagi suatu bangsa.




7
i) Orang yang pertama yang menentukan nafkah anak jalanan diambil dari Baitul Mal.
j) Orang yang pertama mengukur tanah dan membatasi jaraknya.
k) Orang yang pertama-tama membagi-bagi makanan diberbagai negeri.
l) Orang yang pertama yang membuat sebuah rumah untuk tamu guna menyambut para utusan.
m) Orang yang pertama mendirikan tempat peristirahatan diantara negeri-negeri dan dijalan-jalan.
n) Orang yang pertama menghutangkan uang dari Baitul Mal kepada siapa saja yang ingin berdagang.
o) Orang pertama yang membasmi penimbunan makanan.
p) Orang yang pertama yang membuat tempat yang berlindung untuk menggembala unta dan lembu.






























8
BAB III
PENUTUP


Pada masa Umar bin Khattab telah terjadi penaklukkan seluruh kawasan Iraq, Syam, Al-Quds, lalu masuk Masjid Aqsha, Mesir dan Azerbaijan. Semua ini terjadi dalam kurun waktu 10 tahum 6 bulan 4 hari.
Seorang yang digelar dengan Amirul Mukminin yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, dia banyak sekali mempunyai prestasi-prestasi pada waktu dia menjadi Khalifah, dialah yang menjadi orang pertama mencapai prestasi:
1. Prestasi kenegaraan yang dicapai Umar
2. Prestasi ibadah
3. Prestasi dalam hubungan dengan non muslim
4. Prestasi dibidang kemiliteran
5. Prestasi dalam meningkatkan administrasi negara


















9
DAFTAR PUSTAKA

Abbas Mahmoud Al-Akkad. 1978. Kecemerlangan Khalifah Umar bun Khattab. Jakarta: Bulan Bintang
Amru Khalid. 2007. Jejak Para Khalifah. Solo: PT. Aqwam Media Profetika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar